Skip to main content

57th

every friend you make teaches you something about others and about yourself


jadi, teman itu, apa sih?

gegara baca part di suatu buku tentang pertemanan, lalu kemudian belum lama menghadiri pernikahan seorang teman lama, dan mulai engage dengan banyak teman baru, akhir-akhir ini gue jadi me-refleksi-kan kehidupan pertemanan gue.

dan entah kenapa gue merasa kehidupan gue di periode ini rasanya mirip dengan kehidupan gue saat sekolah menengah, dengan berbagai hal yang terjadi, termasuk drama di dalamnya.

gue pernah bilang, gue bukan seseorang yang mudah beradaptasi, cenderung ngga punya geng, dan sulit menjaga pertemanan.

tapi mungkin, if you really know me well, you will realize that I actually (relative) easy to, let say, make people tell their stories. gue senang ngobrol, gue senang tau banyak hal, sebenarnya.

gue biasanya akan menemukan orang-orang di mana dengannya gue bisa ngobrol banyak di setiap periode kehidupan gue, tanpa pernah menjadi bagian geng tertentu atau tanpa pernah merasa menjadi "sahabat".

tapi ya, sayangnya itu hanya berlaku pada suatu periode tertentu, ketika ngga ada hal yang sama, ya udah koneksi-nya lost gitu aja.

karena sepertinya  tanpa gue sadari, gue menghindari ikatan
mungkin karena gue takut tanpa mereka, gue kemudian menjadi rentan
jadi, daripada gue me-rentan-kan diri gue, maka gue memposisikan diri gue tanpa ikatan

lalu kemudian mempertanyakan, kenapa terkadang gue menemukan kondisi, di mana
gue bertemu dengan teman lama, dan ia masih sama serunya dengan yang dulu, meskipun udah lama banget ngga ngobrol, atau
gue bertemu dengan teman lama, dan gue ngga bisa relate dengan yang ia obrolin, meskipun dulu sering bareng, atau
gue bertemu dengan teman baru, dan dengan sekali dua kali basa basi, gue bisa ngobrol banyak banget, atau
gue bertemu dengan teman baru, dan gue butuh waktu lama untuk kenal dan pada akhirnya bisa ngobrol dengan seru, atau
gue bertemu dengan teman, yang dengannya cuma sekadar ngobrol basa basi seberapapun gue berusaha, atau
gue pengen banget ngobrol dengan seorang teman, tapi entah kenapa ngga pernah bisa, wkwk

dan kadang bertanya-tanya, mungkinkah mereka juga merasakan hal yang sama terhadap gue, semacam gue ternyata ngga berubah, atau nyatanya gue berubah jadi seseorang yang asing, bagi mereka... entah, sih.

tapi, katanya ...

"Teman yang sebenar-benarnya tidak akan berubah jadi asing hanya karena jarak atau jumlah pertemuan yang semakin berkurang.....Tapi berapa banyak di antara kita yang cukup beruntung untuk punya teman seperti ini? Berapa banyak teman lama yang akhirnya menghilang dari kehidupan kita?".

"Bukankah sebenarnya teman akan selalu ada? Mungkin dalam bentuk orang yang berbeda. Tapi esensinya sama. Hidup akan selalu mempertemukan kita dengan teman baru..."

"Karena alam seperti menyeleksi teman yang kita punya. Tempat dan kegiatan serta ruang lingkup kehidupan menjadi kunci penentu yang akhirnya memutuskan mana teman yang tetap tinggal, mana yang akan menghilang"

"Namun tetap saja, ... bahwa sebenarnya pada akhirnya kita sendiri yang punya kekuatan untuk mempertahankan mereka yang harus tetap ada dalam hidup kita. Sekarang pertanyaannya, seberapa keras usaha kita untuk melakukan hal itu?"

(indra herlambang)

karenanya, apapun yang terjadi nantinya, semoga selalu dipertemukan dengan teman yang baik :)


Regards,
Ayu,
temanmu, selalu


Comments