Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2019

54th

and all you can do is hope for the best! These past weeks feel so overwhelmed, and maybe still being overwhelmed for the months ahead with all the things happened and deadlines and etc. But, recently, I find myself physically, emotionally, cognitively exhausted. Ngga sih, mungkin hanya lelah, dan membutuhkan banyak doa, haha. Meet great people do the great things kadang menjadi beban tersendiri, pun kadang dihadapkan pada mereka yang penuh keberuntungan di hidupnya, sesimpel mendapatkan berbagai kesempatan baik, dan kemudian tanpa sadar seperti dibebankan harapan yang sangat tinggi, yang kadang takut tidak terpenuhi, tapi di sisi lain harus tetap sane, tetap strong, karena menjadi sandaran orang-orang di sekitar. but, I just can't please everyone right. I can't happy all the time. I sad, sometimes.  karena di sisi lain, menyadari kalau tidak baik-baik saja karena mulai sering mempertanyakan setiap keputusan yang dibuat dan membandingkan keberuntungan, tapi juga...
dan mungkin untuk setiap ragu yang ada, yang dibutuhkan adalah seseorang yang meyakinkan kalau semua dapat terlewati, meyakinkan bahwa kadang tidak seburuk yang dibayangkan. maybe, sometimes, I need to push myself to the limit, face my fears. if anyone else has survived, then I should too. mohon doanya, sungguh, untuk semuanya :"

53rd

A Love Letter to You Oke, padahal ada kelas dan banyak pr (juga tesis), tapi  kemudian mencari distraksi dengan blogwalking, entah mampir ke berbagai tulisan, haha. lalu, ketemu sebuah post bagus, Love Letter Series di sebuah blog . ------------------------------------------------------- A love letter to the owner of [Your Blog’s Name] Dear owner of [your blog’s name], You might be surprised reading this letter. I believe you never even imagined having a letter from your secret-admirer. Actually, I wouldn’t really label myself as your secret-admirer, because we had some conversations before. Do you remember that? Well, I do. And I am not really your admirer anyway. Well, I prefer to label myself as your [your blog’s name]’s admirer than your admirer. Guess what? Three times for a day, I check your page to find out what kind of things you care about...... Whenever your latest post appears, I sincerely read it so I can get into your thoughts and ideas..... .......
Gue pernah nulis, memulai sesuatu yang baru adalah sebuah keberanian. Bagi gue, adaptasi itu sulit, tapi mungkin ternyata ngga seburuk itu.. dan ya, seperti yang gue tulis sebelumnya, akan ada hal hal yang rasanya seperti dejavu, seperti bertemu orang orang yang ditakdirkan bertemu denganmu..

52nd

how if I made biased decision (?) Jadi, ingin memberikan selamat kepada diri sendiri karena kali ini menulis (sedikit) panjang, haha. Padahal, setiap post-post kecil ngga penting kemarin punya cerita, tapi entah apakah akan dielaborasi lebih jauh atau ngga nantinya, karena katanya ada hal-hal yang lebih baik tidak dikatakan. Oh, dan karena gue tau ngga akan ada yang akan mampir di sini (kecuali kamu), jadi itu kenapa gue memilih nge-post di sini dibandingkan twitter. Atau mungkin alasan sebenarnya adalah karena gue tau kalau kamu pasti akan baca (?), ngga deng bercandaa, wkwk. Gue aja ngga tau kamu siapa, hahaa. Okay, jadi akhir-akhir ini lagi sering mempertanyakan gimana caranya membuat keputusan atas apa yang gue lakukan tanpa bias, tapi kayanya ngga mungkin sih, wkwk. Mungkin kalau kamu tau, bisa ngasih info, hahaa. Ini karena awalnya gue merasa ketika gue melakukan sesuatu, gue perlu punya alasan, gue perlu tau the reason why, dan itu membuat gue merasa jarang melakukan ses...
pernah tau kenapa katanya hidup itu seperti puzzle? karena ternyata kadang kita menemukan intersection ataupun interconnected atas apa yang terjadi.

51th

maybe we should look back a little bit, just to respect our journey and appreciate what we have done Jadi, sudah memasuki 2019, dan kemarin kebetulan melihat status seorang teman, "2018 sudah bermanfaat buat siapa?" yang rasanya agak #jleb. Jadi, 2018 udah ngapain aja? haha, agak satirize sih buat gue, since gue ngerasa super sangat mediocre dibandingkan dengan apa yang dialami oleh orang-orang disekitar. Tapi katanya kan "respect the journey", sum of all my small choices along the journey that shape me now. Gue mungkin ngga sekeren mereka, tapi gue punya perjuangan gue sendiri, punya battlefield gue sendiri. Ngga papa kok untuk jadi biasa aja, seenggaknya kan ngga berbuat jahat, haha. Mudah? Buat gue, sama sekali ngga, terutama di usia yang tanpa sadar sering membandingkan banyak hal, terutama tentang hidup dan segala pencapainnya. Berada di lingkungan orang-orang yang super keren, IP tinggi, menang kompetisi lomba ini itu, lolos ini itu keberuntungan super...