every man has his secret sorrows which the world knows not
Jadi, beberapa waktu lalu, sempet baca timeline tentang usia 23, jadi katanya:
23 is such a weird age to be (socially). Some friends have got double digit salary, while some are still jobless. Some friends are studying master's, while some haven't graduated degree. Some friends have gotten married, while some haven't been on a date.
Gue kemudian ingat kalau 23 was my lowest point. Mungkin ngga sepenuhnya tentang membandingkan pencapaian hidup, tapi setelah berbagai hal, I figure out the reason why, yang mungkin kalau dipikir ngga masuk akal. Sebagian besar ceritanya udah pernah gue tulis sebelumnya.
Pengalaman ini juga kemudian gue ceritakan ketika ngobrol dengan seorang teman tentang mental health belum lama ini. Gue cerita kalau I've experienced (maybe) a little kind of depression, I'd been there. Ketika emosi susah banget stabil, nangis terus tanpa tau harus ngapain, ketika pikiran udah yang ngga-ngga, dan sudah mencoba mencari psikolog.
Gue juga cerita gimana pelan-pelan gue bisa coping dengan masalah gue, dan gue bersyukur banget punya support system yang sangat membantu gue (meskipun gue pasti juga menghadapi judgement tentang kurang bersyukur dan kurang berdoa, haha). Setelah fase yang paling buruk, buku selfhelp juga lumayan membuat gue punya sudut pandang yang lain.
And now more than 3 years was passed, dan gue masih belum lulus, belum punya pekerjaan, dan belum menikah. Gue masih sering takut, terutama untuk hal-hal yang melibatkan perasaan. Gue juga masih sering khawatir dengan masa depan. But, I am so much better now, a stronger one, dan ya, berusaha untuk hidup lebih baik, meski masih sering memaafkan diri sendiri atas kesalahan-kesalahan yang menimbulkan rasa bersalah, hal-hal yang sepatutnya ngga dilakukan, seperti menjadi prokastinator misalnya, haha.
Gue ngga pernah bangga dengan apa yang gue alami, sejujurnya. Gue punya pilihan untuk ngga cerita, tapi gue hanya ingin berbagi, dan gue sangat berharap apa yang gue share memberi manfaat, bahwa berada di lowest point bukan akhir, dan seek help bukan berarti lemah. Gue banyak banget belajar setelah apa yang gue alami, gue belajar memahami diri gue. Gue juga belajar kalau setiap orang memiliki masalah mereka masing-masing, menghadapi drama hidupnya, dan karenanya ngga berhak di-judge.
Dan ya, gue masih terus berharap untuk bisa menjalani saat ini sebaik-baiknya, dan kuharap kamu pun begitu.
Jadi, kumohon doakan aku untuk apapun yang terjadi ke depannya :')
Regards,
Aku,
yang masih
berusaha
Comments
Post a Comment