Skip to main content

65th

maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?


Gue wisuda! Alhamdulillah :")
Semua karena keberuntungan yang diberikan Tuhan dan orang-orang baik yang diperkenan doanya untuk dikabulkan.

Surprisingly, hal baik ini terjadi di penghujung tahun hijriah, dan karenanya semakin berharap semoga semakin diberkati apapun yang terjadi ke depan.

Kalau dipikir-pikir, satu tahun terakhir ini sangat-sangat membuat emosi naik turun, dengan berbagai kejadian yang memberikan perasaan suka dan duka. Tahun ini adalah kedua kalinya gue ngga lulus seleksi beasiswa, kedua kalinya ngga lulus seleksi cpns (yang akhir-akhir ini ternyata disyukuri), diterima di sebuah instansi yang entah sudah keberapa kali ditolak (yang ternyata makin membuat merenung tentang ekspektasi, harapan, dan cita cita), dapet kesempatan ikut course yang mempertemukan dengan banyak orang keren, berjuang menyelesaikan tesis (yang padahal ngga ada apa-apanya dibanding perjuangan orang lain), dan ya, belajar dewasa (dengan adek gue nikah, kepergian beberapa orang terdekat, mengelola perasaan, lowering my ego, dan bertanggung jawab atas berbagai keputusan yang diambil).

Tapi, entah mengapa sangat bersyukur dipertemukan dengan banyak orang baik selama perjalanannya. Beberapa diantaranya adalah yang terbaik yang pernah gue kenal selama ini, yang dengannya belajar banyak hal, yang dengannya merasa beruntung pernah dipertemukan.
I wish you all the best of lucks, always.

Hidup mungkin akan selalu seperti ini, naik dan turun, datang dan pergi. Tapi, mungkin yang paling penting adalah bagaimana untuk bisa menjalaninya sebaik mungkin, di sini saat ini.
Semoga selalu diberikan keberuntungan, kebahagiaan, dan perasaan syukur.


Ayu,
yang mendoakanmu
selalu


PS:
Kebetulan lain yang tak terkira adalah ayahku wisuda di jenjang yang sama dari universitas yang sama dua puluh tahun lalu, tapi sayangnya saat itu aku di rawat di rumah sakit, huhuu

Comments