Skip to main content
sampai sejauh mana kamu percaya bahwa kamu akan bahagia jika kamu mencapai cita-citamu?
setelah berbagai perjuangan yang mungkin telah kamu lakukan,
atau karena kebetulan yang mungkin tidak terduga


a meeting days before made me thinking a lot about resign. sampai terbawa mimpi, yang sangat aneh, dan membuat lelah saat terbangun. di mimpi itu gue pengen resign sesederhana karena gue dipengaruhi hal mistis jahat untuk resign, dan itu bikin emosi gue naik turun, di mana keinginan resign bukan keinginan yang sebenarnya.

tapi, sepanjang perjalanan, gue terus mikir, do I really want to resign, with every risk that might be I will face.

teman baik, atasan baik, pendapatan lumayan, pun berkesempatan ke banyak daerah, eksposure kuat, orang tua bahagia, dan ya, sebenarnya pun sesuai dengan sebagian harapan yang pernah gue inginkan dulu.

tapi, katanya kadang kita ditakdirkan untuk tidak menginginkan apa pun yang kita minta setelah kita mendapatkannya. karena kemudian menjadi ragu dengan semuanya. meskipun, sebenarnya sudah memikirkan tentang resign sejak lama, bahkan di hari pertama. yang kemudian membuat bertanya-tanya kenapa gue selalu dihadapkan pada posisi yang sulit dijelaskan, bahkan sejak dulu.

tapi hingga kapan gue bisa mengambil risiko, untuk sesuatu yang belum tentu patut diperjuangkan atau tidak. 

karena ya, gue ternyata ngerasa ngga bahagia, yang membuat gue overthink, ditambah perasaan takut dianggap tidak bersyukur oleh Tuhan, oleh orang lain, yang makin membuat overthink.

tapi, mungkin, sesungguhnya tidak ada yang sepenuhnya benar, bukan?


aku,
yang berharap kamu
diberi petunjuk Tuhan


Comments