tentang hard days
so, how's life? did you miss me anw? tapi kalau ngga juga ngga papa sih.
hmm, akhir-akhir ini beberapa kali mendapat kabar yang tidak menyenangkan, yang membuat gue jadi rethinking much about losing someone/something. jadi, maafkan jika post kali ini mungkin akan sangat cheesy.
semakin besar, gue mencoba mulai terbiasa mendapat kabar buruk atau cerita tidak menyenangkan, tentang kehilangan, tentang kegagalan. gue mulai sering harus bersinggungan dengan berbagai masalah, mengurangi keegoisan. well said,
gue mulai berpikir, sebenarnya setiap orang mungkin membutuhkan seseorang untuk menemaninya di hari buruknya. i start to understand that if your really care for someone, you will make a sacrifice without conditions or expectations, it needs to be because you want to, not because you feel obligated or fear the consequences of not doing so. dan gue sangat ingin untuk tidak sendiri di hari-hari berat gue nantinya. i used to think that having someone who support you getting through your hard days is a blessing. i do wish that i will have one someday.
tapi, kemudian, beberapa hari lalu, nonton richard says goodbye, and it made me thinking that it was so miserable getting through hard days alone, while you wished your closest person will be there to support you. but, still, richard loved veronica, even though he knew that she actually had an affair. ini membuat gue jadi ingat sama cerita marriage story. nicole still loved charlie, even though it didn't make sense for her anymore. tapi, mungkin, pada akhirnya, yang memang selalu bisa diharapkan adalah diri sendiri.
dan lagi-lagi, tidak ada yang sepenuhnya benar dengan pergi atau bertahan. it never was, and it never be. mungkin, yang paling penting adalah untuk tidak kehilangan diri sendiri, dan untuk belajar tidak berharap pada manusia. make your life most of it, without an expectations.
tapi, mungkin, bertemu seseorang yang bersedia menemani adalah sebuah keburuntungan yang akan sangat disyukuri :")
yours truly,
Ayu
Comments
Post a Comment