tentang juni
hi, june yang terkadang masih hujan. semoga dengan hujan turun menghilangkan berbagai hal-hal buruk.
pandemi masih belum membaik, dan aku tidak tau manusia bisa apa selain sabar dan berdoa yang sangat banyak. tapi, katanya sesungguhnya manusia diuji dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan makanan, tapi katanya yang harus dilakukan adalah bersabar, meskipun aku masih sering mempertanyakan bagaimana cara melakukannya dengan baik. dan iya, 2020-2021 were hard times for everyone, indeed.
it's been almost six months when I tested positive dan menjadi bagian dari 1.8 juta orang (sekarang) yang terkonfirmasi. mengalami saat-saat saturasi mulai turun dan hanya berharap apapun yang terbaik, jika aku memang masih dibutuhkan untuk hidup di dunia, aku berdoa semoga Ia memberiku kesembuhan. and it's been a year saat ibuku masuk rumah sakit dan kemudian adikku tiba-tiba harus mendapat tindakan dan diikuti dengan berbagai struggling. zu akan satu tahun minggu depan, a strong little boy with his wonderful journey. wish him will always okay.
dan ternyata sudah setahun aku menunggu season kedua sebuah drama korea yang somehow made me feel strange. agaknya, I've never been feel so emotional with a drama, but this one felt so special that i've never expected. entah, mungkin karena remind me the feeling saat binge-watch drama kedokteran ketika sma dulu setelah bertahun-tahun terakhir ini ngga pernah bersinggungan lagi. somehow, it made me remember reasons of my decision back then, dan ya a good feeling of hope. atau mungkin merasa agak related di beberapa part karena merasa kalau dramanya menjadi teman menghadapi berbagai hal yang membuat mentally and physically exhausted saat itu. i've been writing some posts and thoughts about the drama, dan menjadi salah satu hal yang ditunggu tahun ini. at least, memberi sedikit hiburan dari dunia nyata yang chaos, meskipun mencoba untuk tetap tidak berekspektasi.
baru bisa nonton malam ini, dan tidak pernah menyangka kalau di episode pertama langsung dibuat patah hati yang tidak hanya sekali. ha.ha.ha.
again. meskipun bukan menjadi a center of universe, actually, everyone is a main character in his/her life journey. dan setiap orang punya alasan atas keputusan apapun yang tidak pernah sepenuhnya diketahui orang lain. tidak ada yang sepenuhnya benar dan sepenuhnya salah, meski kamu berhak menentukannya untuk dirimu sendiri, apa yang menurutmu paling baik untukmu.
and that's okay.
because,
heartbreak is never been easy,
Ayu
Comments
Post a Comment