about memory
aku balik nulis (agak) panjang lagi karena merasa i think i should write again. tadinya aku mau nulis tentang anomali (lagi), tapi belum selesai dan ngga progress, huhu, tapi beberapa hari terakhir lagi ngikutin film sherina yang baru, dan merasa kalau there is no wrong with keep your memories...
one day, when i went to a place, someone said "ayo foto, kan belum tentu bisa ke sini lagi". i personally know that so far i dont really like taking picture when go somewhere or meet someone, apalagi bikin post. it is not i dont appreciate them or the moment, gue kadang merasa, apakah ngga cukup untuk menikmatinya, keeping your feeling in memories, but then my phone was broken, and i lost most of everything, pictures, chat history, anything.
dan, gue kemudian menyadari kalau gue punya kecenderungan ngga bisa menyimpan banyak memori, dan gue sangat jarang curious untuk hal hal yang ngga menarik menurut gue, dan ditambah attention span gue juga rendah.. jadi, misal habis nonton film atau drama gue akan sangat jarang inget plot, nama pemeran, apalagi cast nya, begitu pun dengan lagu, gue juga jarang banget tau judul, lirik, apalagi penyanyinya, atau kalau denger podcast/vlog gue kadang lupa mereka ngobrolin apa dan dengan siapa... dan karenanya, gue jarang bisa fit in sama banyak orang karena mostly mereka bisa hafal segala hal, selebriti pacar ini itu, filmnya artis x, y, z, lagu a, b, c, apalagi kalau udah membedakan suara penyanyi kpop...
tapi ada beberapa karya yang, hmm, apa ya menurut gue somehow ngasih additional value ke hidup gue. sebenarnya bukan additional value sih, lebih ke ngebuat gue merasa kalau i guess i belong with this thing... so, when i feel this, most of the time, gue akhirnya nulis review atau experience, dan biasanya akan lebih lama stay di memory.
dan entah gimana kadang ada hal-hal yang come up atau mungkin relate di one of my life episode, atau vice versa. misalnya, gue pernah nonton vlog tentang serendipity years ago (i guess i wrote about this udah lama banget) dan entah gimana suatu sore waktu gue jalan kaki sama bos gue buat nyari makan, kalau ngga salah kita ngomongin tentang diksi dan bahasa, dan dia tiba tiba bilang ada salah satu term kesukaan dia dan sulit nyari padanan ke bahasa indonesia, dan itu suprisingly adalah serendipity... atau misalnya ketika gue nonton film waktu perjalanan pulang dari suatu tempat, waktu itu gue random milih film dari sekian banyak film yang tersedia, gue ngga tau film nya tentang apa, lagi ngga bisa searching juga, tapi terus background filmnya di tempat yang sebelumnya gue kunjungi, the exact city, di area yang sama, dan bahkan nama pemeran yang sama dengan orang yang gue temui waktu gue di sana...
jadi, gue kaya ngerasa, meskipun gue jarang banget consume entertainment product, ada beberapa karya yang, hmm, apa ya, i dont know, mungkin membantu dan menemani gue (?)
jadi kalau dilihat dari productivity, udah jarang consume, picky pula, hahaa, but i think i need to have a memory about what i feel and reason why it matters...
dan yang lagi jadi attention gue sekarang itu filmnya sherina, wkwk. i know mainstream banget but again, i feel like i belong with this thing..
film yang pertama menemani gue in my childhood era. i was six or seven i guess and it was my first film dvd, ditonton dengan dvd player dan tv tabung, karena gue ngga boleh nonton bioskop waktu itu sama nyokap. and i do not expect that the next project was taken that serious, and it is not like just a sekuel. it feels like pull up my feeling that i almost forget. i have unexplained mix feeling with this, tapi belum mau ngasih review sekarang si takut berekspektasi terlalu tinggi (filmnya aja belum ada, wkwk), but so far background nya oke kayanya. mungkin nanti mau bahas kapan kapan kalau sudah nonton..
Best,
Ayu
Comments
Post a Comment