Skip to main content

 about priority


setelah late diagnosed kemarin, aku mulai belajar istilah dari pola-pola yang aku alami sepanjang hidup. sebenarnya (dan seharusnya) tidak untuk menjadi excuse, tapi untuk jadi lebih aware aku sedang ada di stage apa. dan pattern itu nyata. it is real 

sudah 5 hari aku ngga morning walk dan ngerjain kerjaan dari rumah dari jam 7 pagi sampai 6 sore ngga ke mana mana untuk kerjaan ngga penting tapi bikin aku hyperfocus. sebagai excuse mengerjakan hal penting lain yang aku tau adalah prioritas tapi otak aku minta menghindar dan alhasil jadi procastinate terus. pattern lama muncul lagi.

sampai akhirnya ada obrolan tentang prioritas. 

dan kemudian aku teringat tentang seleksi kerja beberapa tahun lalu. aku beberapa kali seleksi kerja dan ofc ngga pernah lolos tes koran, atau leaderless group discussion kind of things, yang akhirnya aku baru sadar alasan kenapa. tapi ada satu seleksi yang aku ikuti which i passed the cv screening, the essay, the interview, padahal the highest-gpa-friend (who i did not know that he also applied) ngga diinvite interview. sampai akhirnya gagal kayanya di last test: something about whats on your plate, a kind of making priority test. tidak lain karena i missed to read the instruction, padahal instruksinya sederhana cuma bikin balasan email sesuai prioritas. 

and suddenly someone read my 2020 post and it made me visit another writing that i didnt publish. and it was about making priority. again, writing cant lie, it gives you prove that you cant deny.

now i know why i failed. i know that something is priority, but my body cant do that priority. 

terus jadi ingat, beberapa waktu lalu lagi baca buku mitch albom yang making of the family, where he wrote honestly the reason why. i feel it was kind of coping with the grief for making the wrong priority in life. 

then i was questioning myself who lack the priorty-skill: will i regret one day.

karena so far, i thought i was fine, meskipun padahal katanya, just do it scared.

tapi, apapun itu mohon doanya dalam menjalani kehidupan duniawi ini.


best,

Ayu



Comments