Skip to main content

Posts

  Berpura pura bahwa kita baik baik saja. As tiny wisdom said weeks ago. Jadi, daripada aku pusing mikirin drama (yang sebenarnya aku ngga mau tau juga), aku mau cerita aja kalau aku akhirnya memutuskan datang acaranya tiny wisdom setelah lama ragu-ragu. I like how tiny wisdom draws about feelings, jadinya waktu dia open registration untuk acaranya di jakarta, aku daftar lebih karena support aja tapi sebenarnya masih ga niat bgt untuk datang. Aku biasanya males bgt keluar rumah kalau ga perlu. Mungkin lifestyle changed as pandemic happened. Waktu hari acaranya sampai memutuskan untuk nanya orang2 terdekat, should i come, or not. Padahal agak jarang nanya orang untuk ambil keputusan, but not this time, gegara sangat malas, dan mendung banget waktu itu, liat prakiraan cuaca akan hujan juga, dan lagi agak pilek juga, dan ngerasa jauh banget di pusat jakarta yang agak tidak ramah krl dan sejenisnya. Terus scroll instagram (iya, akhirnya aku punya instagram wkwk), terus baca komen2 oran...
  i actually have many reasons of decision in life which i sometimes shared with people around. maybe i should write about this. 
  mom deserves happines in the world and the hereafter. i do really wish she will always happy, with or without me who make her happy.  and dad also. 
untuk pertama kalinya ga sadar sen kanan belok kiri. merasa sangat amat super duper bodoh. kok bisa, padahal selama ini misuhh2 kalau nemu hal kaya gitu di jalan. cuma lewat satu lampu merah, bisa bisanya gue salah sen. sepanjang hari istighfar terus, ga percaya, kok bisa. meskipun ga ada kejadian apa apa, sejujurnya ini sedih banget.  berdoa semoga yang marah2 di jalan karena kejadian tadi udah lupa dan baik baik aja...  semoga ga lagi lagi dan gapernah lagi kaya gini.. semoga selalu dijaga Allah..