And they planned, but Allah planned. And Allah is the best of planners. (Q.S. 3: 54)
Sebenarnya, rencananya gue ngga mau nulis sebelum rentetan ujian selesai. Tapi kemudian, hari ini sedih dan gue rasa gue perlu menulis untuk tidak semakin sedih. Kenapa ngga menulis di notebook? I did, tapi saat ini gue ngerasa kalau itu ngga cukup, dan gue juga ngga mau pamer kesedihan di sosial media, jadi akhirnya gue memutuskan untuk menulis a post dan mempublishnya.
Oke, jadi kenapa hari ini sedih?..
Setelah menunggu selama ini, akhirnya pengumuman akhir keluar dan gue ngga lolos untuk seleksi cpns.....
...Actually, I've been preparing myself for the worst, but still a failure makes me sad, a little bit...
Gue udah pasrah sebenarnya, setelah seleksi bidang kemarin, karena gue merasa that was not my best I could give, but that's what have been happened. Jadi, ya sebenarnya gue sudah mempersiapkan diri gue untuk gagal setelah seleksi kemarin. Doa gue selama ini pun adalah untuk diberikan yang terbaik, apapun itu dalam hidup gue, bukan untuk lulus seleksi, dan Allah menjawab doa gue dengan ini.
Like people said, maybe this isn't the time, and I will have my best at my right time.
Sebenarnya sedihnya adalah karena gue merasa telah mengecewakan mereka yang telah berharap, terutama Ayah dan Ibu. They said It's okay, but I know they are sad deeply inside. They always give me their never ending support, this time also, although I fail so many times, really a lot of times. Ngga terhitung seberapa banyak kegagalan yang gue alami. Ngga terhitung gue bilang, I am sorry, I was failed. Ngga terhitung support yang mereka berikan buat gue. Gue cuma sedih, gue belum bisa membahagiakan mereka, membanggakan mereka, untuk ngga jadi egois..
But, like i said before, Allah is the best planner, ever. and I just have to believe that.
Udah ah, move on, hidup masih panjang. Jangan sedih. Ayo belajar buat ujian.
Mohon bimbingan! Mohon doanya yang banyak!
----
at a midnight,
try to not be sad
PS :
Tapi, sedih sedikit, boleh kan?
Comments
Post a Comment