Skip to main content

56th

falling in love with people you can't have


minggu ini entah kenapa sering bersinggungan dengan cerita tentang perasaan, marriage decision, dan berbagai hal yang berhubungan dengannya.. yang buat jadi mempertanyakan banyak hal, yang buat jadi sadar kalau sebenarnya gue hanya terlalu takut...

jadi, gue iseng dengerin podcast nya ikram, yang "falling in love with people you cant have". bahkan, sampai harus log in spotify yang padahal lupa pernah punya akun, gegara di timeline banyak komentar bagus, wkwk, terus kan jadi penasaran dan bagi gue ini tuh kocak banget haha.

kemudian jadi inget kemarin di kereta ada trailer nya antalogi rasa, yang hmm, agaknya ngebahas hal yang sama, falling in love with people you cant have.

jadi kan dulu pernah baca antalogi rasa, gegara orang rumah ada yang minjem bukunya, terus karena berbagai rekomendasi bagus akhirnya tertarik untuk baca. saat itu gue ngerasa ceritanya sangat drama, dan ngga logis, dan itu bikin gue ngga minat untuk baca karangan nya yang lain, seberapa pun orang lain nunggu banget setiap buku barunya rilis.

karena ya, kita ngga bisa memaksakan perasaan kita ke orang lain.
jadi, untuk apa memikirkan orang lain, yang ternyata ngga melakukan hal yang sama.
miris ya, tapi ternyata itulah hidup.

but, how if our feeling can't cooperate
gimana kalau pada kenyataannya perasaan tidak semudah itu diatur
seberapa pun sudah berusaha
bagaimana jika pada kenyataannya kamu masih punya harapan padanya tanpa kamu sadari,
meskipun tau kalau semua hanya ekspektasi

dan ya, mungkin jawabannya adalah dengan "pergi"
itu yang bisa gue simpulkan dari keduanya

seperti yang pernah gue tulis sebelumnya, setiap orang berhak bahagia,
regardless apakah menjadi bagian dari bahagianya atau bukan.
mungkin terkesan egois, tapi mungkin juga tidak.
meskipun mungkin bagi sebagian orang itu adalah solusi instan,
sebuah bentuk lari dari kenyataan yang sebenarnya,
tapi lalu bisa apa

semua "how if" ini kemudian membuat semua terasa rumit,
dan yang jelas membuat takut,
takut untuk menjadi sedih,
takut untuk menjadi rentan lagi

dan cerita tentang marriage decision,
kemudian makin membuat rumit
dengan berbagai "how if" yang semakin besar
dan semakin membuat takut

tapi, mungkin nanti ada saat di mana
kepercayaan menghilangkan ketakutan yang selama ini ada,
mungkin saja, kan

hopefully,
ayu

Comments