tentang #nkcthi
kemarin akhirnya aku menonton nkcthi.....
ternyata alur ceritanya menurutku tidak se-luar-biasa yang ku ekspektasikan, beberapa dialognya cukup berlebihan, bahkan menurutku lebih bagus mini drama di youtube-nya, tapi tetap saja buat menangis, haha...
mungkin karena sebenarnya beberapa waktu lalu sempat konflik dengan ayah ibu, dan karenanya jadi buat banyak mikir, kalau pada akhirnya mereka yang akan selalu sayang dan ada (selain tentunya diriku sendiri). dan aku sadar itu adalah suatu hal yang perlu disyukuri.
sebenarnya, aku termasuk seseorang yang menghindari konflik, dan karenanya jarang menemui konflik dan drama. tapi entah kenapa saat itu tidak bisa mengendalikan emosi, mungkin karena aku sendiri juga lelah, dan kemudian berpura, hingga tidak dapat lagi menahan semuanya.
kadang aku sering berpura untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya kurasakan, berpura menyalahkan hal lain untuk menyembunyikan kekecewaan pada diri sendiri, berpura tidak peduli padahal sebenarnya memperhatikan, berpura tidak ada apa-apa meskipun mengetahui banyak rahasia, berpura bahagia padahal mungkin tidak baik-baik saja.
aku tau itu salah, tapi karenanya aku kemudian menyadari bahwa tidak pernah ada satu alasan tunggal atas apapun yang terjadi, bahwa sebuah respon yang diberikan terkadang dilatarbelakangi oleh banyak hal, yang kadang tidak diketahui semua orang (atau mungkin memang tidak perlu diketahui oleh orang lain).
meskipun, sebenarnya kadang ingin kuceritakan, untuk sekadar merasa tidak sendirian, untuk mengurangi rasa bersalah pada diri sendiri...
tapi seperti yang mereka bilang, tugas kita di dunia ya untuk bertahan, karena dunia tidak hanya berputar untuk kita. walaupun aku paham bahwa bertahan kadang tidak semudah itu, tidak sesederhana itu, tapi seperti yang pernah kutulis sebelumnya, aku mencoba untuk meyakini bahwa Tuhanku akan memberikan petunjuk, untuk setiap kebingungan yang kualami.
seperti misalnya tiba-tiba mendapat kesempatan mengobrol dengan teman yang memberikan banyak sudut pandang untuk masalah yang kualami, atau sekadar bertemu dengan mereka yang menanyakan "mau cerita? ayo cerita ngga papa" dan menawarkan waktunya.
dan ya, mungkin kita pernah menjadi awan atau kale tanpa pernah kita sadari...
atau bahkan kita mungkin juga pernah berada di posisi angkasa atau aurora, dengan porsinya dan struggling-nya masing-masing...
tapi, kebahagiaan itu adalah tanggung jawab diri masing-masing, ya kan?
dariku,
yang masih mencoba
bertahan dengan baik
Comments
Post a Comment