tentang menjadi anomali
emang gue aneh ya?
jadi, baru dapet cerita, katanya gue aneh....
kadang, gue menganggap diri gue anomali. gue tau dan sadar, tapi gue ngga tau apakah orang lain juga punya opini yang sama, dan ketika gue tau opini mereka, gue ngga tau apa yang akan gue rasakan. biasa aja? atau mungkin kecewa? gue pikir gue akan biasa aja, tapi ternyata rasanya ngga se-"biasa" itu....
sebenernya ini secara ngga langsung menjawab pertanyaan gue. beberapa hari ini kepikiran gegara ngerasa kalau gue lebih penasaran sama orang karena baca tulisan nya (di akun twitter-nya atau media lainnya) atau denger diskusinya di podcast-nya atau vlog-nya, dan bukan karena feed instagram-nya atau profil linkedin-nya seperti kebanyakan orang lainnya. oh ya, menjadi liberal-tetapi-pro-UBI membuat gue makin merasa aneh sama diri gue sendiri, haha.
walaupun akhirnya punya kesempatan ketemu teman yang sama anomalinya, datang paling pagi, ngantuk kalau rapat, ngga bisa begadang, sering lupa jadwal, ngga pernah minum boba, ngga punya akun netflix, ngga pakai frequent flyer padahal belajar ekonomi, dan jadi terkesan sangat berbeda dari sebagian besar lainnya.. kadang merasa tidak sendiri menjadi anomali itu menyenangkan, haha...
gue pikir, perspektif gue yang membuat gue menjadi anomali, termasuk value gue dan berbagai alasan atas keputusan yang pernah gue buat. how i dress kadang aneh, tapi menurut gue masih cukup acceptable, meskipun jarang make up, but I have my own reason. how i communicate juga kadang cukup aneh, but i also have my own reason.
rasanya gue bahkan sudah lama merasa ngga memerlukan validasi orang lain. gue ngga perlu mengais validasi. jadi inget lagunya hindia (oke, lupakan ngga penting). i do my best, ya karena ngerasa harus aja. kecuali satu, gue takut mengecewakan orang yang sudah percaya sama gue. but, overall, i don't need compliment either.
melakukan sesuatu dengan baik sudah cukup buat gue. setidaknya, bisa bertahan dengan baik sudah lebih dari cukup.
karena, seperti yang gue pernah tulis, bukan mereka yang harus mengerti tapi gue yang harus bisa beradaptasi..
but, i don't know, i just feel sad this time, and knowing that i am being sad just because this kind of thing makes me more sad.
a fact that someone opinion suddenly can change how you see yourself and makes you consistently feel that you are not enough, not smart enough, not kind enough, not beautiful enough, not attractive enough. then you start to insecure, you blame yourself, you try thinking about something you can do to be accepted.
a kind of feeling that your happiness and sadness depends on someone is really sickening.
i definitely know it is not right, but to control what you feel is not easy as that, because your feeling is not listening what you think what you should feel.
i think myself has finished this, but i don't know why this still matters.
i am really tired of this kind of feeling, i really am.
i am really tired of this kind of feeling, i really am.
mungkin, sebenarnya sederhana saja, hanya perlu melakukan yang paling baik, di sini saat ini untuk diriku sendiri, setidaknya untuk tidak merasa bersalah, but ya easier said than done.
dan karenanya, kumohon doakan aku, yang paling baik, apapun itu.
sincerely,
ayu
PS:
or maybe because it's you. because it is your opinion.
you think you know me, but actually you don't. you never know me...
or maybe because it's you. because it is your opinion.
you think you know me, but actually you don't. you never know me...
Comments
Post a Comment