# tentang aku yang permissive
jadi, gue kemarin lagi browsing sesuatu (bukan, bukan tentang bahagia, haha), tapi kemudian end up ke sebuah blog yang bikin gue penasaran untuk scrolling lebih jauh. meskipun lagi-lagi nemu tulisan tentang bahagia, haha (apakah ini law of attraction. oke, lupakan, haha).
rasanya udah lama ngga nemu blog yang bikin gue tertarik untuk baca lebih jauh, tapi tulisan dan sudut pandang yang ditulis di blog yang gue kunjungi ini cukup menarik. ini jenis tulisan yang gue sering temui kalau baca tulisannya sabda atau sam yang dulu. entah sih, gue merasa sekarang sam udah cringe, haha. template nulisnya mirip sama mark manson kalau sering baca blog-nya, dan gue rasa beberapa pandangannya juga banyak dipengaruhi oleh mark. enggak, gue bukan mengidolakan mark, tapi tulisannya memang sering nge-trigger untuk mikir banyak hal.
tapi jadi mikir, apakah mungkin karena belajar tentang manipulasi, kemudian seseorang melakukan manipulasi hingga tampak tidak memanipulasi untuk memanipulasi orang lain? haha, apa sih.
oke, balik lagi ke blog yang gue kunjungi ini, jadi banyak tulisannya tentang growth and positivity gitu deh, meskipun sebenarnya banyak hal yang ingin gue tanyakan. misalnya, ngga semua orang bisa bounce back ketika ada masalah, ngga semua orang bisa tahan dengan tekanan, atau gue juga pengen argue pandangannya tentang jadi orang yang menarik, haha. sebenernya bacanya kadang bikin sering mengumpat.
tapi, setelah gue pikir-pikir, ada satu hal yang sama yang gue liat dari orang-orang kek gini, orang-orang yang bisa melakukan banyak hal dan entah gimana punya sejenis leadership traits. mereka punya visi dan ngga mudah permissive.
kadang, ngga deng, sering banget, gue iri sama mereka yang bisa melakukan banyak hal. tipe-tipe anak geng gaul yang bisa semuanya, yang bikin ngerasa hidup ngga adil, wkwk. berparas rupawan, pinter, jago seni, aktif olahraga, aktif organisasi, menang ini-itu, tapi masih sempet grooming, nonton, nongkrong, liburan, etc, etc.
(gue tau kok kalau seharusnya tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain, tapi manusiawi, kan).
setelah gue perhatikan, karena mereka ngga permissive, dan mereka ngga mudah menyerah (so old banget sih ini, wkwk). tapi ini beneran. maksudnya, setelah gue coba flash back, dulu gue punya temen, termasuk top tier untuk indikator anak gaul, tapi pinter, ikut olimpiade, punya banyak project, anak gunung, jago olahraga juga, tapi masih sempet nulis blog, dan baca banyak buku, oh dan bisnis juga. dan orang jenis ini ngga cuma satu. like, wth, kenapa ada orang yang bisa sangat produktif dan efisien menggunakan waktunya.
tapi, setelah gue perhatikan, traits mereka mirip. kayanya sih, menurut gue karena mereka punya visi. awalnya gue nyinyir, apaan sih visi-visi (mungkin saking seringnya punya keinginan yang tidak tercapai, wkwk). tapi iya, mereka punya visi dan ngga permissive. sabda, misalnya. sejauh yang gue tau, dari dulu dia punya visi mau bikin platform belajar, yang ngajarin logika berpikir. visi dia jelas, dan dia ngga permissive untuk ngerubah inti dari visinya. produk yang didevelop pun pada akhirnya bukan cuma sekadar yang memenuhi keinginan market, bahkan yang gue liat, market yang ngejar produknya, bukan dia yang ngejar market. kenapa dia bisa berhasil, padahal platform lain iklan di mana-mana? karena dia ngga permisive sih menurut gue. ini juga yang gue infer dari itaewon class dan ini terlihat juga pada banyak orang keren lainnya yang gue kagumi. rayestu misalnya, atau max roser, atau prof. hadad, atau beberapa lainnya.
gue jarang kagum sama orang, maksudnya, gue mungkin hampir ngga punya idola. mereka yang gue kagumi biasanya orang-orang di sekitar gue, yang dengannya gue bisa belajar banyak hal, bisa tau pandangannya. jadi, ngga jarang gue ngga tau nama aktor/aktris/penyanyi/judul lagu/judul film, etc., dan kadang jadi merasa paling ngga gaul, haha. tapi, ini karena gue memang ngga mudah menghapal sih, haha, gue ngga mudah mengingat, dan jarang ada yang bikin gue tertarik untuk browsing lebih jauh.
tapi, mungkin lima tahun belakangan, gue mulai kagum sama orang-orang yang asing bagi gue karena baca pandangannya via tulisan/obrolan, misalnya. entah sih, kagum sama seseorang karena apa yang dia pikirkan terasa lebih humanis. ah iya, jadi inget dulu pernah baca bukunya soe hok gie, dan cukup meninggalkan memori.
dan, iya, setelah gue perhatikan, mereka mungkin punya traits yang sama, mostly extrovert, punya visi, ngga permissive, bisa adaptasi dengan baik terhadap stres, dan karenanya punya dunia lain juga. ini makanya, kenapa gue gini-gini aja, ya karena gue permissive.
stage 1: oke, gue punya target x yang mau dicapai di waktu x
stage 2: duh ternyata susah mencapai target x, tapi gue akan berusaha (tapi ngga diukur progress-nya)
stage 3: stres nih, cari distraksi ah (buka timeline dan online shopping)
stage 4: waktu x udah deadline nih, tapi progress masih dikit banget
stage 5: yah, gagal. ngga papa deh, yang penting usaha, daripada stres. kan katanya it's okay to be not okay.
dan karena sering ngga mencapai target, jadi merasa bersalah untuk senang-senang, dan karenanya makin stres, dan makin menghindari stres dengan distraksi, dan mengabaikan kewajiban-kewajiban lainnya. gitu terus siklusnya.
haha, mungkin memang harus baca ulang seven habits of highly effective people, karena dulu waktu bacanya sering nyinyir dan jadi lupa semua isinya apa.
padahal kemarin baru baca thread, yang ngasih pendapat bahwa attitude seseorang ditentukan oleh kondisi neurologisnya. orang males, orang jahat, orang baik, ya disebabkan struktur otak dan reaksi kimia dan genetik dalam tubuhnya. oh ya, dan jangan lupa ada peran takdir (atau kebetulan). katanya, if you’re so smart, why aren’t you rich? turns out it’s just chance. iya, chances, dan ngga semua orang dikarunai untuk mendapatkan chances dan memanfaatkan chances dengan baik. beberapa waktu lalu, sempet baca thread pengalaman beberapa orang yang menurut gue berhasil di keilmuannya dan hal yang mereka minati, dan setelah gue perhatikan it turns out because of chances that they had. mereka berkesempatan dapat mentor yang oke banget, dan lagi mereka ngga permissive.
tapi, juga mempertanyakan sejauh apa boleh memaafkan diri sendiri dan jadi permissive?
sampai sejauh mana harus terus berusaha untuk jadi lebih baik atau berpura-pura jadi lebih baik?
seberapa harus mengikuti lifeguide hanya agar memenuhi harapan untuk bisa jadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa, atau bisa diterima oleh masyarakat, atau bahkan setidaknya hanya untuk bertahan dengan menjadi manusia lebih baik?
dan yang paling penting, "apakah setiap orang harus sama? tapi, setiap orang ngga harus sama, kan?'
entahlah, lelah ngga sih?
ternyata bertahan hidup selelah ini, wkwk.
mungkin, ini alasan gue support universal basic income, haha.
jadi, sampai kapan gue mau terus permissive?
mohon doanya, semoga bisa mengurangi ke-permissive-an yang gue miliki :")
with warm regards,
ayu.
yang (masih berusaha)
ngga permissive
PS:
btw, baru sadar kalau blogger punya interface yang baru, haha. masih belajar sih, jadi belum bisa kasih komentar, wkwk.
oh iya, beberapa waktu lalu, di timeline lagi trending tentang intj dan mbak-mbak super rude, dan bikin jadi penasaran. oke dia punya blog, terus gue baca beberapa post-nya, dan ya seperti blog milik they-so-called-intj lainnya, tulisannya banyak tentang kontemplasi. gue jadi takut jangan-jangan gue se-rude ini atau dianggap se-rude ini, sama seperti tulisan gue sebelumnya setelah gue baca blognya gitasav. gue takut kalau gue dianggap tidak berperasaan, keras kepala, mau menang sendiri, haha..
ternyata bertahan hidup selelah ini, wkwk.
mungkin, ini alasan gue support universal basic income, haha.
jadi, sampai kapan gue mau terus permissive?
mohon doanya, semoga bisa mengurangi ke-permissive-an yang gue miliki :")
with warm regards,
ayu.
yang (masih berusaha)
ngga permissive
PS:
btw, baru sadar kalau blogger punya interface yang baru, haha. masih belajar sih, jadi belum bisa kasih komentar, wkwk.
oh iya, beberapa waktu lalu, di timeline lagi trending tentang intj dan mbak-mbak super rude, dan bikin jadi penasaran. oke dia punya blog, terus gue baca beberapa post-nya, dan ya seperti blog milik they-so-called-intj lainnya, tulisannya banyak tentang kontemplasi. gue jadi takut jangan-jangan gue se-rude ini atau dianggap se-rude ini, sama seperti tulisan gue sebelumnya setelah gue baca blognya gitasav. gue takut kalau gue dianggap tidak berperasaan, keras kepala, mau menang sendiri, haha..
Comments
Post a Comment