tentang wishes
menurutku, ada dua rasa syukur tertinggi yang ada di dunia, yang pertama adalah rasa syukur telah dilahirkan, yang kedua adalah rasa syukur atas sebuah pertemuan.
entah sih, menurutku memiliki rasa syukur telah dilahirkan di dunia itu sama sekali tidak mudah. semacam perasaan bingung akan peran yang dijalankan, atau semua keinginan yang tidak tercapai, atau semua perasaan gagal dan menyesal, atau perasaan takut tidak bahagia.
tapi, life is really worth to live. beberapa waktu lalu, baca sebuah tweet sebuah pertanyaan tentang tujuan hidup. dulu pernah bikin notes serupa, why life is really worthy for me. karena ternyata banyak hal yang masih ingin kucoba dan kulakukan. mungkin selama perjalanannya akan menemukan beberapa keberuntungan yang memberi bahagia, makan makanan enak, atau berhasil melakukan sesuatu yang kupikir tidak mungkin kulakukan, atau mungkin bertemu orang-orang baik, seperti bertemu denganmu misalnya :)
and sometimes, to test your lucks, you need to giving a try, taking a risk, even if there will always a probability for rejections and disappointment. but after all, life is full of risk, right?
so, let me take my risk. seperti biasa, aku berencana untuk menulis a birthday post, but it is quite surprising me to know there is someone who read almost all of my blog posts (atau mungkin cuma iseng web scrapping). dan jadi mikir it is quite weird realizing s/he visited my old post because i've actually made my blog to be not found on search engine.
so, who will spend his/her precious time to read my rants. tapi, aku jadi baca tulisanku selama ini, ternyata jelek banget dan ngga penting sama sekali, haha. jadi, maafkan. this blog is not like you've expected to be, no lesson, no value that you will find through out my stories anyway. so, mind to share with me the reason why for the stalking? well said, you may find the other side of me, but if you want to know me further by reading my writings, i am pretty sure it won't be enough. i have a lot of secrets, haha.
but, if you read this, thank you anyway. it made me feel like my blog has an admirer, haha. after all, i do wish best of lucks for everything you do and wish for :")
this time, I would not make kind of cheesy writing as my birthday post like I used to be. I also won't to make kind of that-famous 28-lessons-at-my-28. but I will tell you some of my life stories, about my wishes.
i do believe that people might change, also their wishes and decisions. well, i guess i do change through out my life journey, meskipun ngga tau ketika suatu saat bertemu teman lama apakah gue dianggap telah berubah, karena ada beberapa diantaranya yang membuat gue merasa mereka masih my-old-good-friend who know me at my past.
selama ini, gue punya banyak banget keinginan. banyak juga diantaranya yang ngga tercapai. meskipun, mungkin at least sampai kuliah, i found my life went as planned (atau lebih tepatnya my parent's plan), walaupun gue juga tentunya melewati banyak kegagalan.
waktu TK, gue pengen jadi arsitek/home interior designer. gue dulu sering gambar desain kamar, rumah, etc. waktu SD, cita-cita gue berubah jadi diplomat dan masuk oxford karena documentary film nya Prince William dan nonton Harry Potter. ketika SMP, cita-cita gue berubah menjadi guru matematika. lulus SMP pernah sedih karena sebenarnya pengen masuk 28, tapi ngga boleh. kelas X gue pengen punya wewenang buat ngerubah kurikulum karena sebel out of nowhere ketemu integral di fisika padahal belum belajar konsep nya di math. kesel karena ngga pernah ngerasa nemu logic di fisika selain cuma menghapal rumus dan operate the equation. pernah nyoba untuk exchange tapi gagal dan ikut pelatihan math sampai rasanya sedikit trauma. kelas XI, gue pengen jadi dokter karena ketemu seorang teman yang super baik yang punya rare disease. kelas XII gagal berkali kali ujian masuk kedokteran, dan end up di gizi. freshman year, masih pengen untuk berkarir di medical/clinical related field, including jadi clinical nutritionist. sophomore year, mulai tertarik epidemiology dan biostatistics, tapi udah terlanjur salah jurusan (at that time, gue ngga tau bisa transfer SKS untuk pindah jurusan). Third year, mulai tertarik sama human development issues. final year, tertarik untuk punya karir related with policies and data analysis on human development issues. kemudian, sok sok an set plan 22 lulus, masuk ke instansi yang gue pengen di bidang development, 25 lanjut master dengan scholarship ke belanda untuk ambil jurusan yang lebih relate ke development issues atau data analysis secara general. 28 mungkin getting married.
but sometimes, life doesn't go as planned. reality hits me so hard. well, as i've shared, setelah lulus, gue dihadapi kenyataan hidup, terlalu sering menemui kegagalan, terlalu bingung sama cita-cita, terlalu takut punya keinginan. i need more than 4 months for getting my first formal job. gue gagal masuk di instansi yang gue pengen. gue merasa akan gagal scholarship meskipun gue belum coba karena gue mau ambil jurusan yang ngga linier (well, they've told me so). my crush over 10 years was getting married. i have issue with a commitment for finishing what i've started, kerjaan gue turned out so related with i wished years ago, medical field, ministry of education, human development, that somehow made me scare .
i had my hard time at that time. i felt I don't deserve for having wishes, karena setiap yang gue inginkan did not make me happy, either karena berkali-kali gagal, atau karena it wasn't make me feel as i expect to be. saat itu, i even was wandering bagaimana jika aku hit by a car or fall at a train rail, mungkin gue ngga akan perlu bingung dan takut lagi.
tapi setelah going through the struggle with myself, i realize that it is not failure or rejections itself that makes me scare, it is always about a probability for having a regret, a disappointment. gue sudah sering banget gagal through out my education and career journey, and i am definitely okay. sedih sedikit, tapi ya udah, haha. i do realize kalau semua yang terjadi di hidup gue karena keberuntungan. lolos seleksi, masuk kuliah, lulus, kerja juga, it is always a matters of lucks. tapi selama perjalanannya, gue kemudian menyadari kalau gue sangat mungkin untuk menyesal dan tidak bahagia, bahkan ketika gue mendapatkan apa yang gue harapkan. that anxiety haunts me more than the failure itself. and i was suffering that kind of feeling for months, even for years. dan ternyata semua karena gue punya ekspektasi and a lot of what ifs. kalau gue bisa punya ini, gue akan begini begitu.
long short story, i am getting better and come back stronger. well i do hope so. entah sih, mungkin karena neuron system sudah bekerja seperti seharusnya as i am getting older. mungkin juga karena bertemu beberapa hal yang bikin lebih ease menghadapi hidup, buku self-help, some podcasts, a lot of articles. mungkin juga karena menemukan cerita kegagalan and how to see life dari beberapa orang. i am trying to understand, that there are risks and costs for everything, always. face it, what else i can do. gue mencoba untuk tidak menyalahkan apapun atas apa yang terjadi pada hidup gue dan tidak menyalahkan apapun atas apa yang nantinya mungkin terjadi atas keputusan yang pernah gue ambil. gue pernah baca bahwa perasaan beruntung karena memilih sesuatu atas pilihan lainnya itu bias, because you actually are not in the position of the other choice, hence you actually never really know what will be happened. well said, every options has opportunity cost, but what at cost i traded off, i actually never know for sure.
so, i try to live my life as best as i could, meskipun masih sangat sering procrastinate. and let me have my wishes again (but this time i put off the expectation and give a full consideration for probability of having a regret). gue masih pengen makan enak, bisa naik sepeda, belajar nari, belajar di luar negeri, punya kerjaan yang bikin bahagia, membahagiakan orang-orang, masih berharap bertemu banyak orang baik, termasuk seseorang in the right time and the right place.
and ya, i've told some people kalau gue pengen jadi so-called-data-scientist, atau kind-of-researcher. tahun kemarin bahkan nyoba ikut data science competition, meskipun ngga selesai, haha. pertanyaannya sih understandable tapi ngerjainnya susah, apalagi kalau ngga familiar dengan language nya. but, that's okay, jadi belajar cara pakai kaggle, wkwkwk.
dan beberapa tahun belakangan kagum sama max roser (a genuine jack of all trades menurut gue, haha), sebenarnya lebih tepatnya gue pengen punya project semacam our world in data. well, as usual, doubtfulness questions were raised, so much why, and another judgement. sama kaya dulu ketika gue considering untuk kuliah lagi ambil information system untuk pindah karir. obviously langsung di-skakmat, haha. tapi hamdallah memilih econs tanpa pertimbangan lumayan memberi introduction to data world (selain memberi point of view yang berbeda), meskipun kayanya tetap harus memperbaiki foundation untuk linear algebra, calculus, real analysis, gitu-gitu, dan terutama basic programming dan enhance skill untuk berbagai language yang berbeda.
terpapar dengan banyaknya data di indonesia yang ngga terdigitalisasi dengan baik dan adanya peluang untuk bikin independent research bikin gue pengen bikin platform sejenis. ngumpulin data publikasi kabupaten/kota dalam angka, publikasi BI/OJK, publikasi kementerian, etc, let say 500 sekian kab/kota, 34 provinsi, 10 tahun terakhir (atau sangat bisa lebih). divisualisasi, disediakan raw data yang downloadable, dikasih link ke primary source-nya, terus dibuat dalam sebuah platform.
tapi masih bingung scheme monetisasinya gimana, wkwk. meskipun, idenya ngga akan pakai sumber data yang jadi pnbp, melainkan dari available publication, apalagi kan sekarang katanya udah open gov, 4.0, etc etc. cuma masalahnya tetap ada copy right-nya meskipun terpublikasi umum. tapi sebenarnya pakai available publication sekalian untuk attract attention lembaga supaya publish data secara benar. karena bisa jadi data antar publikasi ngga sinkron, terus sering salah input. sekalian memperlihatkan seberapa parah sih data k/l di indonesia, wkwk, ngebantuin statistics agency juga, kan. jadi, kalau ngga bisa provide raw data, at least provide available publication dengan baik dan benar gitu.
entah sih mungkin mau bikin scheme semacam contribution-based, jadi bisa semacam research version of female daily(?) dan ada open discussion juga untuk user-nya, misalnya kalau ada data, hitungan, atau method yang salah atau ngga appropriate. jadi lebih konstruktif, saling koreksi rather than saling shaming. terus jadinya bisa lebih bermanfaat untuk decision making atau tracking. misalnya terkait data mana yang akan dipakai karena beberapa data untuk variabel yang sama bisa berasal dari beberapa sumber, misalnya data perokok bisa dari laporan riskesdas tapi bisa juga dari laporan susenas. atau interpretasi data bisa lebih sepemaham, misalnya sebenarnya kapan sih bisa dibilang utang negara terlalu besar. atau match data survei dan data register, misalnya antara angka partisipasi kasar dari data survei susenas dan data register dari kemdikbud. apalagi sekarang kan ada beberapa isu kalau ada data register buat apa survei yang butuh biaya besar. terutama sekarang mulai banyak data collection dari internet, web scrapping, gitu-gitu, misalnya untuk mobility (pakai location di mobile-phone), unemployment (pakai linkedin), termasuk berbagai commodity price. tapi i think, up to now I actually dont really sure how good register-data-collection dari lembaga pemerintah (esp. kementerian dan dinas) di indonesia.
dan karena contribution-based jadi bisa sekalian buat wadah portofolio untuk mereka ngasih kontribusi, entah query atau ui/ux atau visualisasi atau research, bahkan mungkin method-nya. git hub-nya di-open dan dibuat open source.
tapi masalah nya adalah konsep our world in data itu free, donation based, dan disupport sama lembaga besar. sejauh ini baru nemu satu platform sejenis yang udah publicly launched di Indonesia, dan dimonetasasi dengan subscription. meskipun gue rasa datanya pun diambil dari available publication.
dan, mungkin nantinya mau lebih ngasih lebih banyak opportunities untuk perempuan, toh task-nya mungkin ngga akan begitu demanding, entry data, web scrapping, queries, visualisasi gitu-gitu, bukan bermaksud untuk gender priority, cuma mau memberikan pilihan yang lebih beragam untuk perempuan, mengurangi alasan female doesnt have choice, etc etc. karena sepertinya statistically speaking ada beberapa kondisi yang bikin perempuan ngga bisa berkomitmen penuh di dunia kerja, entah karena their-own-choice atau decided-choice, misalnya karena harus jadi care giver, etc, lebih lagi di masa pandemi, yang katanya lebih membatasi opportunities, apalagi kan day care di indonesia masih terbatas. padahal students di higher education lebih didominasi perempuan. pernah baca kalau seleksi perguruan tinggi untuk kedokteran di Jepang considering untuk lebih memprioritaskan laki-laki instead of perempuan meskipun perempuan punya nilai lebih tinggi karena kontribusi perempuan di dunia kerja cenderung lebih rendah padahal jnvestment yang diberikan negara cukup besar. meskipun cukup sedih, tapi ya that's happened, dan ngga bisa dibilang salah juga sih. tapi kan terus ngga bisa bilang kalau investment in women's education merugikan dan ngga diperlukan. jadi, mungkin bisa sekalian media upskilling dan meningkatkan women in tech. basically they also have potentials. biarlah yang lebih jago dan lebih punya capabilities untuk melakukan hal yang susah dan lebih demanding, wkwk.
ya barangkali bisa nambah portofolio, atau jadi jalan buat dapet scholarship tanpa recommendation letter, atau jadi karir masa depan yang bikin bahagia. meskipun sebenarnya ngga tau mulai dari mana, ngga tau juga nantinya gimana, pengen dulu aja, siapa tau kan kejadian, haha. padahal kalau nulis sesuatu selama ini kayanya kebanyakan ngga jadi realita, wkwkw. ngga papa, kan katanya jangan berekspektasi.
ya, ngga tau sih hidupku akan seperti apa nantinya. karena setiap keinginan pun akan sangat mungkin berubah.
hanya berharap yang terbaik, apapun yang terjadi.
semoga yang terbaik untukmu juga!
after all, selamat ulang tahun,
semoga bahagia, selalu
Baru ikut sesi curhat lagi setelah berkali-kali absen, cukup memberi insight kali ini. Katanya, mungkin kutukan terbesar menjadi manusia adalah mencari tujuan hidup, haha.
semoga yang terbaik untukmu juga!
after all, selamat ulang tahun,
semoga bahagia, selalu
love,
Ayu
PS:
PS:
Baru ikut sesi curhat lagi setelah berkali-kali absen, cukup memberi insight kali ini. Katanya, mungkin kutukan terbesar menjadi manusia adalah mencari tujuan hidup, haha.
Comments
Post a Comment