Skip to main content

97th

 

about losing someone



jadi, apa kabar? 

selamat lebaran! semoga dosa dan salahku dimaafkan Tuhan dan hambaNya, and i hope things going to be fine, always.

pandemi hamdallah sudah membaik (semoga tidak akan pernah ada lagi, semoga berita tentang pandemi Hepatitis tidak benar benar terjadi). people said pandemic slowed everything, but actually so many things changed these past years (atau ini sindrom usia 20s yang akan segera berakhir, huhuu). 

dan liburan panjang akan segera berakhir, hiks. padahal masih ingin gegoleran, but bills need to be paid, hiks. dan jadi mikir apakah suatu saat bisa ambil sabbatical leaves, haha. semenjak melihat kehidupan bokap nyokap setelah pensiun, i do strongly support universal basic income, wkwk. memang tidak berbakat kayanya jadi sobat kapitalis dengan growth mindset etc etc.

dan akhirnya aku tidak menyelesaikan birthday post like i used to.  but i have just finished melodramatic (my first k-drama for this year), wkwk. slow pace tapi jadi one of my favorites. ringan tapi deep. 

selain tentang things will get better when you are 30, tapi inti ceritanya menurutku adalah tentang proses menerima kehilangan, yang sama sekali ngga mudah. dan iya sih, 20s is a period when anything can be happened, and i hope things will get better (not only when you are 30). 

ini bukan cerita semacam 2521 yang super cheesy (aku cuma liat spoiler sih belum nonton), yang menurutku sedikit berlebihan. meskipun sama-sama tentang kehilangan pasangan, tetapi cara menerimanya lebih dewasa, ngga yang menye-menye dan terlalu dramatis. tentang perasaan takut jika suatu saat mungkin akan melupakan seseorang tersayang yang pernah ada, tentang perasaan bersalah apakah belum melakukan yang terbaik, tentang hidup yang terus berjalan meskipun you feel that loss.  hal hal tentang kehilangan yang menurutku tergambarkan dengan baik. 

dan aku tidak bisa membayangkan ketika pandemi sedang parah kemarin, kehilangan saja sudah berat, apalagi kehilangan dan sendirian. a time when they could not meet people to share their disappointment for not doing their best or tell how much they miss someone they've lost. i don't really know much about lost someone that you love. but my mom lost her mother almost three years ago, and she still keeps telling me how much she misses her. meskipun tahun ini akhirnya bisa mudik lagi, but still lebaran feels like not the same anymore. meskipun aku tidak begitu dekat dengan nenekku, i know she loves her so much. ayahku pun juga begitu. he keeps share the story about his mother, and visit her graveyard is the biggest reason that made he went back to yogya up to this day. 

because losing someone is indeed really hard. 



best,

Ayu



Comments