If Allah should aid you, no one can overcome you; but if He should forsake you, who is there that can aid you after Him? And upon Allah let the believers rely.(Q.S. 3 : 160)
Kali ini pengen nulis lagi tentang pertemuan dan takdir. Oke, bukan karena gue udah ketemu jodoh yang ditakdirkan atau apa. Eh tapi, jodoh kan ngga harus jodoh yang macem itu kan....
Jadi ceritanya gue melewati minggu yang cukup berat in these past one and a half weeks, especially the latest four days... Jadi, selain UTS, gue juga ikut seleksi CPNS. Gambling banget sih sebenarnya.. Gue baru selesai UTS di hari kamis, dan ngebut belajar buat CPNS, yang mana gue sama sekali belum belajar, di hari jumat, sabtu, minggu, sambil kepikiran UTS take home di hari senin yang dikumpulkan rabu, di hari H gue seleksi..
Oke, life is really though.
But, then, I don't know takdir macam apa yang Allah SWT berikan, sampai gue bisa mendapatkan banyak keberuntungan dalam ketidaksengajaan di hari itu.. Gue berangkat dengan perasaan pasrah, karena dua hari terakhir mengerjakan soal UTS yang tak kunjung ngerti dan tidur cuma sekitar empat jam sehari.
Jadi, di hari gue seleksi, gue salah inget jadwal, gue sampai sana jauh lebih awal. Gue kira jadwal gue jam 11, tapi ternyata jam 14. Gue sampai lokasi jam 9, terus belajar sebisa gue. Tiba tiba gue ketemu sama orang yang sebenarnya pernah ketemu waktu gue jadi panitia training di kantor dulu. Tapi ya karena gue orangnya introvert, gue ngga nyapa, karena takut salah orang. Beruntungnya, dia nyapa gue, dan kita kemudian ngobrol. Kebetulan dia udah tes dan lolos passing grade, dan ngasih tau kesan pesan tesnya. What a coincidence, ada soal yang sama yang keluar waktu gue ujian.
Lalu, waktu gue nunggu jatah masuk di tempat steril, tanpa tas, tanpa handphone, dan tanpa baca UUD 1945 sama sekali, pada akhirnya gue memberanikan diri nanya sama orang disebelah gue yang ngga gue kenal untuk ngebantu recall ingatan gue tentang UUD 1945, yang sebenarnya udah dipelajari semenjak SD (tapi ngga kunjung hafal), dan pada saat itu akhirnya, kita belajar bareng menghapal UUD 1945. What a coincidence (again), ada soal yang keluar dari hasil belajar bersama dadakan..
Dan tiba-tiba, kelas yang gue skip demi seleksi ini diundur, jadi gue ngga harus bolos dua kali. Gila, di saat itu gue ngerasa, betapa semesta mendukung gue. Betapa pertolongan Allah SWT begitu dekat.
Akhir akhir ini setelah melewati konflik yang cukup panjang dengan diri sendiri, sebenarnya gue mulai bisa menerima apapun takdir-Nya. Jadi pun, waktu kemarin ngga lolos seleksi beasiswa, gue ngga sekecewa itu. Well yeah, they said "give everything, prepare for the worst, expect nothing".
PS : Apapun itu, semoga selalu bisa bersyukur. Alhamdulillah...
-----
Sabtu yang sepi,
Perpus FE
Comments
Post a Comment