</>"First, solve the problem. Then, write the code"(John Johnson)
Okay, maafkan gue, karena sudah melanggar janji gue di post sebelumnya, untuk review buku "The Subtle Art of Not Giving a F*ck". Gue janji akan nulis review setelah nanti selesai baca "The Secret" dan "Nudge" dan juga selesai nonton sekuel Star Wars. Soalnya kok kayanya mereka saling berkoneksi, atau jangan jangan cuma perasaan gue aja, hahaha.
Tapi gue pengen banget nulis karena gue lagi excited banget. Seperti yang sudah gue bilang, liburan ini gue mau belajar how to code
Yak, dan kemarin gue akhirnya nemu online course di EdX, gegara baca artikel di Quartz, "Data Science: R Basics", first course of eight in the HarvardX Data Science series. Instrukturnya, Prof. Rafael Irizarry, Biostatistician dari Harvard T.H. Chan School of Public Health. Course ini kerja sama dengan DataCamp. Tadinya sebenarnya udah mau langsung ke DataCamp, karena entah kenapa advertorial DataCamp ini muncul di timeline. Tapi kemudian lebih tertarik mau nyoba online course di EdX dulu, dan tak disangka mereka berkoneksi. Baru nyoba Section 1, dan sejauh ini seru banget.
Tadinya ragu buat nyoba belajar, soalnya kan gue ngga punya background apa apa di bidang coding dan programming language. Terakhir belajar tentang ini, sedikit tentang HTML waktu SMA kelas X, dan udah lupa karena ngga pernah dipakai lagi. Terus, belajar sedikit banget waktu belajar STATA sekarang. Tadinya bingung mau belajar SQL atau MySQL atau JavaScript, atau apa, tapi kemudian browsing dan sepertinya lebih prefer ke R. Sejauh ini sih, R dan belajar dari EdX cukup oke buat pemula yang mau mencoba coding.
And you know what, what I can learn from coding so far is, it is okay to make a mistake, to get an error, to not become perfect. Even though, still, the error gives some marks that can not be undo, that can not be erased. That's like a Life, though.
Anyway, ngomongin tentang hidup, percaya ngga kalau pertemuan dengan seseorang dalam hidup itu, somehow, ditakdirkan? Dan mungkin, apa yang terjadi setelahnya juga ditakdirkan. Belum lama, gue janjian untuk meet up sama temen gue yang kemungkinannya 90% akan terjadi, tapi kemudian Tuhan belum mengizinkan kita untuk bertemu sampai sekarang. Tapi, kadang Tuhan bekerja dengan cara-Nya, seperti hari ini. Waktu sedang blog writing nulis post ini tadi siang, tiba tiba seorang teman mengabarkan kalau ia sedang ada di kampus dan akhirnya kita meet up, padahal awalnya ngga janjian dan cuma mau copy film, haha. Lalu, kita ngobrol dan gue banyak banget mendapatkan wejangan dan insight from her.
She gives me challenge, and support me also, to become a better person, to give my optimum effort beyond I used to be, to get my potential as high as I could be. Percakapan dengannya sukses buat gue merenung. Mungkin yang selama ini gue pikir kalau gue sudah memberikan effort semaksimum yang gue bisa tapi kemudian hasilnya belum optimal, ternyata mungkin effort itu belum cukup, dan gue harus berusaha lebih keras lagi. Gue ngga pernah tau perjuangan di balik itu semua, banyak yang belajar lebih rajin, berusaha lebih keras, berjuang lebih gigih. Jadi, seperti yang pernah gue baca, jangan pernah untuk merasa certain akan sesuatu, be uncertain.
Gue bersyukur banget, Tuhan mempertemukan gue dengan orang-orang yang baik banget. Gue selalu senang ketemu orang-orang, ngobrol, bertukar pikiran, dan mencoba mengambil pelajaran dari cerita kehidupan di sekitar, meskipun gue agak introvert. Dan ya, Ia punya berbagai cara untuk membuat hidup lebih baik.
Jadi, mari saling mengingatkan dalam kebaikan :')
Solat jangan telat dan jangan lupa bersyukur!
---
me who is
trying to be better
PS :
Apa ya? Sebenarnya mencari seseorang yang mau berbaik hati ngajarin parkir dengan baik dan benar, karena gue dimarahin terus kalau parkir :')
#inibukankode, haha
Comments
Post a Comment