The purpose of life is a life of purpose
Ngga pernah nge-kost membuat gue bertanya tanya gimana rasanya nge-kost sendirian selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Apalagi kalau ngga sosialisasi, entah karena pribadi-nya atau kost-an-nya yang menyendiri. Ngga tau sih, tapi hidupnya sepi banget ngga sih (mungkin).
Tiba tiba di rumah sendiri berhari-hari itu rasanya, hmm. Jadi, gue beberapa hari ini ditinggal beberapa hari di rumah, literally seorang diri, dan ngerasa sepi banget dan bosen. Bahkan, gue sampai menanyakan ke seorang teman yang pernah nge-kost apa yang biasa dilakukan ketika di kost-an sendiri. Tapi ternyata ia punya temen kost-an dan sering main bareng, jadi ya secara ngga langsung dia ngga sendiri juga. Okay, baiklah. Terus ngebayangin gimana hidup pekerja yang remote, yang kerja dari rumah, tapi di rumah sendiri, dan komunikasi-nya secara virtual.
Oke bosen juga karena sebenarnya kampus lagi libur, jadi ngga ada hal mendesak yang mengharuskan gue ketemu sama teman yang lain. Terus kan gue anaknya ngga enakan buat ngajak-ngajak atau nanya-nanya, ahaha. Sama sekali bukan karena gue sombong, tapi gue takut mengganggu kalau mereka sedang sibuk, ehehe. Meskipun gue biasa ke mana pun sendiri, tapi agaknya gue ngga pernah se"sendiri" ini selama lebih dari 24 jam. Oke pernah sih, ketika ayah ibu ke Jogja terus adek harus nginep di kampus, tapi kan ngga sepanjang hari "sendiri", hehee. Ngga tau sih, tapi gue merasa kalau ke"hadir"an seseorang itu matters banget sih. Okay, gue masih bisa kontak via chat application, tapi feel-nya beda kalau gue ketemu langsung untuk sekadar ngobrol.
Dan tiba-tiba lagi iseng ngeliat bookmark twitter dan nemu artikel bagus dari INSEAD, "Once You Have It All, What’s Next?", yang menurut gue bagus banget. Lalu gue baru sadar, mungkin kenapa gue ngerasa bosen banget adalah karena gue sedang berada di state semacam ngga punya "purpose", mungkin karena sedang libur kuliah dan gue lagi off kerja jadi gue semacam ngga punya hal mendesak untuk dikerjakan (untuk orang lain), selain ya menjalani hidup, staying alive. “The mystery of human existence lies not in just staying alive, but in finding something to live for.” Gila sih, haha. Maka itu, mungkin kenapa seseorang butuh a purpose of life, entah misalnya untuk keluarga, atau mungkin untuk mimpi yang ingin dicapai, atau untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain. Tapi, semua itu agaknya pasti melibatkan orang lain, "this comes with a key insight: the purpose of life is to live for others."
Gue jadinya sadar sih kenapa "loneliness" sekarang menjadi public health issues yang paling tinggi. Salah seorang teman nge-share TED Talks tentang ini, "The #1 Public Health Issue Doctors Aren't Talking About" dari Lissa Rankin. Dan iya sih, karena pada akhirnya kita butuh sebuah tempat where we belong to, untuk hmm, apa ya, mungkin memberikan tujuan for staying alive (?). Dan untuk menjadi belong to somewhere (or someone) perlu menjadi "vulnerable", untuk kemudian ngga takut kecewa, ngga takut sedih (padahal gue takut jadi sedih, hahaa). Selain juga untuk bisa menerima, menerima diri sendiri, menerima orang lain, menerima keadaan, menerima takdir, mungkin, hehehe.
Entah sih, mungkin harus mencari life purpose jadi ngga merasa sendiri hidup di dunia (?). Mohon doanya semoga segera menemukan pendamping tujuan hidup, hehe!
Regards,
Ayu,
yang masih
mencari tujuan hidup,
hahaa
PS :
Regards,
Ayu,
yang masih
mencari tujuan hidup,
hahaa
PS :
Anyway, terus jadi inget, beberapa hari lalu ada seorang teman yang nanya pendapat gue tentang long distance marriage, which is berat sih menurut gue. Kalau dua minggu di site dan dua minggu libur sih oke mungkin ya, tapi kalau dua minggu sekali pulang cuma dua hari selama bertahun tahun kemudian, hmm mungkin gue ngga akan sanggup, wkwk.
PSS:
PSS:
Duhh, kenapa gue sulit banget untuk ngga komentar secara spontan, untuk memikirkan perasaan orang lain atas apa yang gue katakan, untuk ngga nge-judge, untuk menyadari bahwa "what I said, may not be what they hear" yang mungkin bisa menyinggung perasaan, hiks.
Comments
Post a Comment