“All human plans [are] subject to ruthless revision by Nature, or Fate, or whatever one preferred to call the powers behind the Universe.”
Pernah ngerasa ngga sih, kadang sesuatu berjalan tidak seperti yang kita rencanakan, seberapa pun mungkin kita menginginkannya. Tapi, kadang apa yang kita alami sekarang, ternyata pernah kita rencanakan sebelumnya tanpa disadari.
Jadi, gue mau cerita, agak berlebihan sih mungkin, tapi ngga papa lah ya, wkwk.
Gue pernah nulis kalau gue nunggu banget untuk nonton Star Wars. Tapi berhubung kemarin itu minggu-minggu ujian, jadi gue menahan untuk ngga "senang-senang" dulu, karena gue punya pengalaman buruk dengan ber"senang-senang" ketika gue seharusnya masih harus berjuang. Alhasil, selasa kemarin setalah semua ujian gue lewati, gue sudah sangat berniat untuk nonton di salah satu pusat perbelanjaan paling terkenal se-Margonda, haha. Meskipun, gue agak merasa khawatir juga karena hari itu adalah hari terakhir adek gue ngumpulin draft skripsinya untuk diajukan buat sidang. Kalau dia ngga ngumpulin hari itu, dia ngga boleh sidang semester ini, yang padahal dengan segala yang telah dia lewati, dia berjanji untuk bisa lulus semester ini. Okay, jadi gue ngerasa itu tanggung jawab-nya untuk menyelesaikan apa yang telah dia mulai, dan gue sudah mencoba membantu sebisa gue. Jadi gue ngerasa berhak untuk ber"senang-senang" di saat dia mungkin sedang berjuang untuk memenuhi deadline-nya. Saat itu jam setengah tiga sore di saat gue sudah di jalan untuk nonton, dan gue ngga sengaja ketemu dia yang mau nge-print draft skripsi yang harus di-submit sore itu juga. Terus ya seperti biasa, sebagai seorang kakak, gue ngga tega, haha. Jadi-lah gue bantuin dia nge-print dengan berbagai problema nge-print di ujung deadline, dan bisa ditebak, gue akhirnya ngga jadi nonton. Haha.
Lalu, gue udah bilang sama diri gue sendiri, kalau gue harus nonton keesokan harinya. Bodohnya, adalah gue ngga nge-cek jadwal, dan tiba tiba siang itu star wars udah di-drop, hiks. Gue sedih dong, tapi terus baru inget untuk ngecek jadwal di salah satu bioskop lainnya. Ternyata ada, tapi jam tayang-nya cuma berjarak lima puluh menit dari saat gue liat jadwal, haha. Kabur lah gue secepat kilat, wkwk, dan sampai sana h-dua menit karena macet banget, tapi tetap harus antri, dan setelah sepuluh menit antri, kursinya habis... hahaha... Gue cuma bisa ketawa ajaa, ngga tau harus ngapain, wkwk. Ya itu, kadang ngga semua yang kita harapkan ternyata bisa kita dapatkan. Mungkin masih mau berjuang lagi besok, ahaha. Mohon doanya semoga berhasil! Kalau ngga berhasil? Ya yaudah lah ya, wkwk.
By the way, di hari itu juga gue dapet kabar kalau gue ngga lolos seleksi magang, haha. Entah sih, kadang bertanya-tanya apa yang membuat gue hampir ngga pernah lolos seleksi magang di sana. Jadi gue pernah nyoba daftar magang serupa waktu gue lulus dulu, dan ngga lolos. Waktu itu gue merasa karena background gue yang mungkin ngga nyambung. Lalu gue berpikir, kalau background gue yang sekarang mungkin akan sedikit nyambung, tapi tetep ngga lolos juga, wkwk. Jadi, ya yaudah lah ya (untuk yang kesekian kalinya) mungkin memang bukan saatnya, haha.
Nah, karena butuh motivation letter untuk daftar magang kemarin, alhasil gue membuka folder lama gue, bukan luka lama ya, wkwk. Jadi gue ngga sengaja nemu peta rencana hidup yang bahkan gue lupa pernah gue buat untuk daftar magang waktu dulu. Dan ya, setelah gue baca, gue terkejut dong, karena ternyata gue pernah nulis kalau gue berencana untuk lanjut studi di bidang development economics, yang saat ini gue jalani. Kok gue bisa lupa? Karena dengan semua yang gue alami setelah gue lulus, gue bahkan ngga inget apa yang sebenarnya gue inginkan. Pada akhirnya gue pilih economics ini pun bukan karena si peta rencana hidup. Bahkan keyakinan gue pun ada di setengah jam sebelum memutuskan untuk daftar di hari terakhir, setelah sebelumnya berencana untuk ambil public planning. Dan ya, kadang gue ngerasa, gue ngga tau takdir sebenarnya mau membawa gue kemana, wkwk. Apapun itu, mohon doanya semoga selalu membawa kebaikan, hehehe.
Anyway, gue mohon maaf sebelumnya karena gue tau apa yang gue tulis sebenarnya ngga penting banget, haha. Tapi gue cuma mau cerita ajaa. Lalu gue baru sadar, mungkin sebenarnya ini kenapa gue terdeteksi sebagai ekstrovert, karena mungkin meski gue ngga sebisa itu untuk posting sesuatu di media sosial, tapi nyatanya gue tetap butuh tempat untuk berbagi cerita, haha.
Regards,
Ayu yang
masih ingin
nonton Star Wars,
wkwk
PS :
Kemarin baca di timeline tentang kasus seorang influencer yang beberapa kali gue baca blognya, dan lalu penasaran untuk baca bukunya karena merasa cara dia melihat masalahnya kok mirip dengan apa yang gue pikirkan.
Anyway, ku ngga tau kenapa gue sebenarnya ngga bisa se-terbuka itu, seberapa pun mungkin ingin mencoba, haha.
Comments
Post a Comment