# tentang bahagia, harapan, dan perasaan
jadi, aku baru saja melihat thread dari bu vivi tentang asa dan galau, dan ada sebuah tweet dari beliau:
"Kalau ditanya apa yang paling dinginkan untuk dicapai dalam hidup, kebanyakan orang akan menjawab bahagia. Tapi bahagia itu apa? Apakah sekedar tawa ria, dan kepemilikan hal-hal yang diinginkan? Rasanya kok bukan. #Asa&Galau"
- Vivi Alatas -
dan jadi berpikir, menjalani hidup mungkin tidak bisa dipisahkan dari asa yang beriringan dengan galau (yang mungkin berubah menjadi ketakutan).
beberapa hari kemarin, aku menulis sebuah pertanyaan untuk diri sendiri,
"bagaimana kamu yakin kalau kamu akan bahagia jika doamu dijawab Tuhan?"
"tapi, kenapa kamu begitu takut untuk tidak bahagia?"
kamu berharap, menginginkan sesuatu, membangun asa, lalu berdoa kepada pemilik semesta untuk mengabulkan doamu,
tapi disaat yang bersamaan, kamu takut apakah dengan dijawabnya doamu kamu akan bahagia, apakah dengan memiliki yang kamu inginkan atau mendapatkan yang kamu harapkan akan memberimu kebahagiaan.
bisakah kamu bayangkan betapa bingungnya aku ketika takut menjadi tidak bahagia, tidak hanya ketika doaku tidak dijawab Tuhan, bahkan juga ketika doaku dijawab Tuhan.
aku mulai takut untuk memiliki harapan.
aku takut kecewa, aku takut tidak bahagia.
aku terus bertanya-tanya, mengapa berharap itu bukan sesuatu yang dapat ku on/off
sesuai keinginanku sendiri, seberapapun aku berusaha.
tiba-tiba saja aku memiliki harapan, bahkan kadang tanpa kusadari, helplessly.
rasanya selelah itu untuk merasa kecewa setelah berharap.
rasanya lelah untuk berusaha tidak sedih karena memiliki harapan.
rasanya lelah berusaha keras untuk menata perasaanku sendiri.
meskipun aku pun tau dan sadar bahwa apa yang aku rasakan itu bersifat sementara.
bahagia, tidak bahagia, sedih, kecewa, takut, itu sementara.Your feelings are temporary, inaccurate and self-contained. They only exist in the moment they arise. They kind of suck at the whole truth thing. And they are wholly and solely experienced only by you, not by the world or the universe.
- Mark Manson -
tapi, apakah berharap itu salah?
ataukah caraku memaknai harapan yang salah?
entahlah, seseorang mengatakan padaku, mungkin itu kenapa, ada sebuah doa untuk terus diberikan kebaikan, dunia dan akhirat. katanya, mungkin itu kenapa ikhlas itu adalah sebuah life goal.
tapi, apakah ikhlas, maupun rasa syukur di dalamnya, adalah usaha manusia ataukah pemberian Tuhan?
aku pun tidak tahu. aku bukan seorang religius, tapi aku mencoba terus berusaha untuk selalu percaya bahwa Tuhanku akan membimbingku dan memberiku petunjuk ketika aku menemui kebingungan dalam hidup.
karenanya, kumohon, doakan aku, selalu...
with warmth,
Ayu
yang berharap selalu
diberi petunjuk Tuhan
PS:
And patience flees my heart, And reason flees my mind.
-Rumi-
Comments
Post a Comment