Skip to main content

Posts

78th

# tentang di-doxing jadi, gimana rasanya di-doxing? sebenernya, agak berlebihan sih pakai istilah doxing, cuma gue belum nemu diksi yang lebih tepat, hmm. mungkin ngga papa memakai istilah edgy biar dikira edgy, haha. padahal, edgy people wont use "di" and "ing" in one word, haha. rasanya di-doxing itu susah dijelaskan, padahal di konteks ini sebenernya ngga masalah, literally ngga masalah. it wasnt a big issue tho, tapi entah kenapa di sisi lain seperti merasa dikhianati, rasanya aneh, haha. mungkin karena gue sendiri masih struggling, dan jadinya ngga ngerasa siap...  tapi, setelah diingat kembali, gue pernah di-doxing diam-diam ketika personal chat gue di screenshot untuk jadi bahan gosip di kantor, haha. biasa aja sih sebenernya, tapi, again, ya rasanya aneh aja waktu tau.  dan sebenarnya juga, gue mungkin pernah nge-doxing orang lain tanpa gue sadari (atau mungkin gue sadari), jadi ya basically gue juga jahat. tapi, akhir-akhir ini mulai sadar untuk mencoba ngg...

77th

# tentang aku yang permissive jadi, gue kemarin lagi browsing sesuatu (bukan, bukan tentang bahagia, haha), tapi kemudian end up ke sebuah blog yang bikin gue penasaran untuk scrolling lebih jauh. meskipun lagi-lagi nemu tulisan tentang bahagia, haha (apakah ini law of attraction. oke, lupakan, haha). rasanya udah lama ngga nemu blog yang bikin gue tertarik untuk baca lebih jauh, tapi tulisan dan sudut pandang yang ditulis di blog yang gue kunjungi ini cukup menarik. ini jenis tulisan yang gue sering temui kalau baca tulisannya sabda atau sam yang dulu. entah sih, gue merasa sekarang sam udah cringe, haha. template nulisnya mirip sama mark manson kalau sering baca blog-nya, dan gue rasa beberapa pandangannya juga banyak dipengaruhi oleh mark. enggak, gue bukan mengidolakan mark, tapi tulisannya memang sering nge-trigger untuk mikir banyak hal. tapi jadi mikir, apakah mungkin karena belajar tentang manipulasi, kemudian seseorang melakukan manipulasi hingga tampak tidak memanipulasi u...

76th

# tentang bahagia, harapan, dan perasaan  jadi, aku baru saja melihat thread dari bu vivi tentang asa dan galau, dan ada sebuah tweet dari beliau: "Kalau ditanya apa yang paling dinginkan untuk dicapai dalam hidup, kebanyakan orang akan menjawab bahagia. Tapi bahagia itu apa? Apakah sekedar tawa ria, dan kepemilikan hal-hal yang diinginkan? Rasanya kok bukan. #Asa&Galau" - Vivi Alatas - dan jadi berpikir, menjalani hidup mungkin tidak bisa dipisahkan dari asa yang beriringan dengan galau (yang mungkin berubah menjadi ketakutan). beberapa hari kemarin, aku menulis sebuah pertanyaan untuk diri sendiri, "bagaimana kamu yakin kalau kamu akan bahagia jika doamu dijawab Tuhan?" "tapi, kenapa kamu begitu takut untuk tidak bahagia?" kamu berharap, menginginkan sesuatu, membangun asa, lalu berdoa kepada pemilik semesta untuk mengabulkan doamu, tapi disaat yang bersamaan, kamu takut apakah dengan dijawabnya doamu kamu akan bahagia, apakah denga...
You know what, it is so hard to not blame myself, especially in this hard situation. Consistently thinking that myself is not good enough, consistently feel guilty for what have been decided Consistently hate my self.

75th

#tentang sebuah apa kabar aku selalu senang ditanya apa kabar. tidak, bukan karena senang ditanya, hanya easier the feeling karena selalu merasa bukan menjadi bagian dari sistem masyarakat yang baik, terutama dengan ketidakpedulian dan keegoisan yang mungkin kumiliki. beberapa hari terakhir mendapatkan beberapa pertanyaan apa kabar. meskipun seringnya memberikan jawaban standar seperti kabar baik atau masih berjuang mencari kesempatan. btw, mungkin kamu punya kesempatan yang mungkin dapat kucoba? haha. kemudian, bertanya-tanya, jika dan hanya jika, aku share kehidupanku di media sosial, apakah sebuah apa kabar akan tetap ada? mungkin yang akan sebagian besar dilakukan adalah me-reply story lalu terjadi percakapan yang akhirnya menjadi konsumsi publik. atau mungkin mengirimkan sebuah dm, atau ya, melewatkan begitu saja, karena sebenarnya kamu hanya ingin tau, tanpa mungkin pernah benar-benar peduli. atau mungkin apa kabar adalah sebuah basa-basi pembuka percakapan, karena kam...

74th

# a-self-birthday-letter Dear you, Happy Birthday. Well, this is exactly not a birthday day that you wishing for. Too much sorrow since the beginning of the year with a surprise of another rejection letter and another proven real situation of loss aversion on your day. Maybe, you start to think what's the point of remembering a birthday? It is not that important for given a shit back then. But hey, that's also not a bad thing to give a little congratulation to yourself. Maybe writing a post on your birthday like you used to do will be a good idea? Thank you for trying to be strong and kind person, for whatever happened. It is not an easy journey, definitely, but maybe make your life the best of it is really worth to try. You might find yourself lose, most of the time, but He will guide you, always. You learn to letting go of things, but He also brought you chances meeting so many good people along the way. As He said, do not lose hope, nor be sad. But, tha...